Senin, 03 Desember 2012

SAJAK PERGERAKAN MAHASISWA “KRITIS DAN BERKARYA"


Oktober 2011,
Buah pena ini menjadi saksi perbuatan
Curahan hati seorang muda
Tentang bumi pertiwi di zaman ini

Suasana hati terlambang pada langit
Mendung, tapi tak turun hujan
Panas, menusuk membakar badan
Alam pun bersaksi: kami ingin pencerahan,,,

Empat Lima menuju Dua Ribu Sebelas
66 tahun itu seolah tak berarti
Gelora proklamasi dan gerakan maju terhenti
Indonesia kehilangan darah semangat pergerakan
Pergerakan maju oleh sang cendekiawan

Cendekiawan, itu siapa?
Bukan seorang profesor atau ilmuwan bergelar PhD
Bukan anggota dewan dengan sgala keistimewaannya
Maha-Siswa!
Kami, Mereka, Kita yang bergerak!

Lupakan itu romantisme masa lalu
1966,1998, dan cerita heroik waktu dulu
Tak banyak berubah, yang dulu hingga saat ini
Semangat itu harus ada: maju, bergerak, berjuang!

Bunda relakan darah juang kami,
Padamu kami berjanji
Darah juang itu harus kembali, bertransformasi
Bukan lagi aksi demonstrasi dengan korban
Perusakan fasilitas membakar ban
Menduduki gedung anggota dewan
Bergerak satukan suara: KRITIS DAN BERKARYA!

Kritis itu jiwa Mahasiswa
Intelektual muda agen perubahan
Anti penyelewengan kekuasaan

Tetapi saat ini,
Jawab semua itu dengan karya
Sesuatu yang dapat mengubah bangsa
Pepatah bilang,
Jangan katakan apa yang negara berikan padamu
Katakan, apa yang kamu bisa berikan pada negara!

Serukan saat ini,
Mahasiswa: Kritis dan Berkarya!
Bergerak majukan bangsa
Dengan sejuta aksi yang ada

3 komentar: