Selasa, 30 Juli 2013

Sebuah Curahan, Renungan, Gagasan (Belum)Tersampaikan...

Sulitnya Membangun 
#FEB(UGM)Pride


"Pelopor intelektualitas, diskusi, dan dakwah kampus adalah UGM dan ITB"-Cak Nun

Sebuah kutipan, yang tentunya sarat subjektivitas dlihat dari berbagai sisi. Kutipan ini sebenarnya juga tidak berkaitan langsung dengan apa yang coba saya sampaikan. Satu hal yang menarik dari kutipan ini adalah narasumber yang mengatakan ini adalah seseorang yang pernah mengenyam kuliah satu semester di Fakultas Ekonomi UGM, sebelum dia berhenti kemudian menemukan jalannya, menjadi budayawan, seniman, dengan dakwah seni yang membawa beliau terkenal, berkeliling dunia. Seorang intelektual yang menemukan jalan kesuksesannya, maksimal, dan berkarya sehingga mampu membanggakan diri dan lingkungan sekitarnya.Seseorang yang bangga tumbuh dari UGM, kemudian mencari jatidiri, dan mengembalikan status menjadi "UGM yang bangga memiliki saya".

Oke, mari kita mulai dari cerita bagaimana amanah besar menghampiri saya sebagai pribadi yang paling disorot dan diharapkan membawa perubahan di Fakultas Ekonomi UGM ini. Salah satu gagasan sederhana saya adalah bagaimana mengangkat antusiasme kompetisi dan apresiasi prestasi anak FEB dengan #FEBPride ini. Simpel, saya coba derivasi gagasan ini dengan adanya FEB Award di Student Week nanti dan dialog dekanat untuk mencoba mengembalikan titah Fakultas untuk lebih perhatian dengan prestasi mahasiswa melalui anggaran dan kemudahan lain, serta sosialisasi lomba-lomba seperti PKM, dll. Mengapa harus #FEBPride? Terlalu banyak alasan dapat diurai, UGM sudah lama dikenal(kalau susah mengakui) salah satu tiga perguruan terbaik di Indonesia, langganan juara umum PKM (sebelum rontok jatuh tahun lalu), salah satu perguruan yang aktif menghasilkan produk jawara lomba dunia (Mobil Semar, dll). Masuk ke FEB nya, ya, kalau bukan indikator prestasi, secara nyata fakultas ini adalah salah satu fakultas yang paling mengorbankan banyak harapan setiap 1 kursi (100:1) mahasiswa FEB UGM, fakultas dengan alumni yang telah menyebar dimana-mana, akreditasi top, barangkali mungkin FEB UGM ini bukan Fakultas Calon ... seperti yang diagungkan Fakultas Ekonomi lain, melainkan dari FEB kalian bisa menjadi apa saja yang kalian inginkan, kembangkan di sana. Contoh konkrit? Kutipan di atas tadi berasal dari orang yang pernah mengenyam kuliah di sana, dan banyak lagi alumni "nyleneh" yang berkecimpung di dunia lain tapi tetap membanggakan almamater.

Pertanyaannya, alasan kuat, sumber daya mumpuni, gagasan sederhana dan simpel, mengapa dikatakan rumit membangun #FEBPride? Saya coba jawab sedikit curhat, ataupun bercerita bagaimana sulitnya membangun hal ini. Setengah tahun saya bekerja, mencoba menyusun grand desain, membangun jaringan dan dialog dengan rekan yang langganan juara dimana-mana. Kendala pertama yang saya utarakan, adalah bukan prestasinya yang ga ada, atau antusiasmenya, tetapi lomba dijadikan proyek intelijen bagi mereka sehingga sulit untuk mengetahui kelompok tertentu sedang mempersiapkan diri untuk lomba tertentu. Klasik, dan notabene ditemui di mana-mana, bagaimana "diam-diam siap-siap, biar nanti pas hari H dan ada hasil, kalah jadi ga ketauan, baru ketauan kalau menang". Kalau hal seperti ini memang membuat upaya untuk mendukung sebelum berlomba menjadi sulit sekali untuk dilakukan, utamanya lomba-lomba akademik/karya ilmiah seperti business plan, paper, olimpiade dll. Saya sendiri jujur semakin sulit untuk menemukan hal ini di FEB UGM, dimana saya yakin menjadi tempat orang-orang berkelas dan prestatif. Kendala kedua adalah bagaimana gerakan ini bukan bergantung pada top down, tetapi juga bottom up dari rekan-rekan mahasiswa. Saya sendiri pernah mengobrol dengan adik 2012 jagoan olimpiade saat SMA yang mengeluhkan kurangnya perhatian dan dukungan dari pihak luar untuk belajar dan beprestasi di FEB UGM. Saya hanya mengatakan harus ada dukungan dari semua pihak, dari atas, dan dari bawah, bagaimana rekan-rekan bisa membuat komunitas atau tim lomba/prestasi setiap jurusan untuk kemudian secara perhatian dari pengajar misalkan dosen dapat dibantu melalui BEM/HMJ-LK. Sebenarnya masih banyak kendala yang bisa dijelaskan secara teknis, seperti administrasi, birokrasi, kurangnya informasi yang diberikan, dll. Membangun satu gagasan sederhana bukan perkara yang mudah. Bagaimana membangun kultur baru, selain sosialita, relijius, wirausaha, event organizer, bertambah menjadi kultur olympian dan jawara nasional, bukan hal yang gampang. FEB bukan fakultas utama yang sering membanggakan UGM dari prestasinya, hal ini yang coba dibangun dan diubah. Bagaimana FEB tidak hanya terkenal dari akreditasi dan mumpuninya para alumni, tetapi bagaimana membanggakannya mahasiswa-mahasiswa kita di berbagai lomba Nasional dan Internasional.

Pertanyaan yang muncul kemudian di teman-teman tentu apa saja yang coba saya bangun atau gagas untuk #FEBPride ini? Bismillah dan tentu butuh dukungan semua pihak, sekali lagi top-down bottom-up itu kuncinya, dan setengah perjalanan ini coba saya gambarkan, curahkan dan bisa menjadi renungan bersama...
- Menambah konten #FEBAward sebagai wahana apresiasi prestasi mahasiswa FEB di akademik maupun non akademik
- Membangkitkan lagi dunia komunitas olahraga-seni dengan mading komunitas dan rapat intern dengan sasaran tengah Porsenigama untuk bisa lebih prestatif
- Sosialisasi dan Pengenalan PKM kepada mahasiswa 2013 dan untuk persiapan PKM tahun depan, ada upaya BEM membantu menghubungkan dosen pembimbing dan mahasiswa
- Memasukkan berbagai list lomba (ada di saya) sebagai list lomba yang bisa di danai dalam RKAT Perubahan, insyaallah membantu dalam persiapan
(Yang belum)
- Wall of fame Mapres dan jawara-jawara FEB seperti di MM UGM
- Komunitas studi/tim lomba di FEB dengan gabungan berbagai jurusan
- Mengadakan dialog langsung dengan semua kajur terkait peningkatan intensitas keikutsertaan lomba
- Ada ide Dekanat mau ngadain lomba bukan bias jurusan, semacam lomba gabungan tingkat internasional, mungkin rekan FEB bisa mengikutinya
- Kerjasama dengan akademik mengaspirasi kemudahan bagi temen-temen doyan lomba dan enggan pusing dengan masalah kuliahnya.

Berbagai gagasan yang belum tersampaikan, dari saya, dan saya sangat terbuka dan antusias mengejar ini. Sebuah renungan, bagaimana FEB atau bahkan UGM ini tidak hanya menjadi pelopor, tetapi berkembang, menjadi fakultas dengan jalan kesuksesan bisa dari mana saja, bagi seluruh intelektual FEB UGM, melalui FEB Pride ini...




Catatan Setengah Perjalanan BEM FEB UGM
Asa Perubahan yang Belum Tergapai...
@AldoEgi
 

1 komentar:

  1. walopun "wall of fame" pasti niru TN, nggak kreatif, tapi tetep keren pemikirannya. besok anak kita jadi dijodohin aja ya, dengan catatan kalo anakmu cakep. ok sip.

    BalasHapus